PERUBAHAN WARNA JAS ALMAMATER ISBI BANDUNG: KESALAHAN PRODUKSI ATAU KEBIJAKAN BARU?

Sejak pembagian jas almamater pada Jumat, 26 September 2025, banyak mahasiswa baru yang mengeluh mengenai perubahan pada warna jas almamater. “Ya, jadi makin ke sini makin (warna biru) Persib. Ya tahun sekarang aja udah kayak gini, apalagi tahun depan”. Ucap S, mahasiswa baru ISBI Bandung angkatan 2025 saat ditemui di Pendopo Mundinglaya pada hari Senin, 29 September 2025.

Ilustrasi perubahan warna jas almamater ISBI Bandung (Ilustrator: Purwa Sundani/LPM Daunjati)

Terkait perubahan warna jas almamater, mahasiswa baru angkatan 2025 cukup menyayangkan perubahan warna yang dinilai berganti secara tiba-tiba. S, kepada Daunjati mengeluhkan tiadanya pemberitahuan dari pihak lembaga kepada mahasiswa baru mengenai perubahan warna jas almamater sebelum almamater dibagikan. Kebanyakan mahasiswa baru mengira warna almamater akan tetap biru dongker seperti angkatan-angkatan sebelumnya.

“Ya biasanya kalau mau ganti warna tuh minimal kasih pemberitahuan gitu loh, biar gak bikin mahasiswa kecewa juga,” tutur S.

Selain keluhan dari segi warna, mahasiswa angkatan 2025 lainnya juga mengeluh tentang kualitas bahan jas almamater yang buruk. Seperti; ada beberapa bagian jas almamater yang sudah robek terlebih dahulu di bagian dalamnya sebelum dipakai; pemasangan kancing jas almamater yang tidak rata, seperti ada yang memakai kawat dan ada yang memakai benang; serta kancing jas almamater yang sudah terlepas padahal belum menginjak satu minggu masa pemakaian.

Puring jas almamater yang sudah robek sebelum dipakai (Foto: Marcellino Evan Cheung/LPM Daunjati)
Salah seorang mahasiswa angkatan 2025 memperlihatkan puring dalam jas almamater miliknya yang lepas jahitannya (Foto: Marcellino Evan Cheung/LPM Daunjati)
Kancing tangan jas almamater yang copot padahal belum satu minggu pemakaian (Foto: Marcellino Evan Cheung/LPM Daunjati)

Selain itu, salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya datang pada kami dan mengeluhkan perbedaan warna jas almamater dirinya dengan jas almamater lainnya, “A, liat nih a, warna jas almet ini sama yang itu agak beda (warnanya), yang ini malahan lebih terang warnanya,” ujarnya sambil memerlihatkan warna jas almamater miliknya yang lebih terang daripada warna jas almamater lainnya.

Salah satu warna jas almamater terlihat memiliki warna lebih terang dari jas almamater lainnya. (Foto: Marcellino Evan Cheung/LPM Daunjati)

Dengan perubahan warna yang dinilai tiba-tiba, ia merasa ada identitas ISBI Bandung yang hilang. Sebab, di khalayak luas warna ISBI Bandung telah melekat pada warna jas almamater biru dongker sebagaimana angkatan-angkatan sebelumnya. “Pertama, kayak identitas ISBI tuh diganti karena kan sebelumnya biru dongker kan tuh, rata semua, tapi ke angkatan 25 tuh, kita tiba-tiba berubah. Makanya cukup aneh menurutku itumah,” pungkasnya.

Tanggapan Rektor Terkait Keluhan dan Perubahan Warna Jas Almamater

Menanggapi mencuatnya keluhan terkait jas almamater tersebut, BEM ISBI Bandung mencoba untuk menyampaikan beragam keluhan dan aspirasi mahasiswa kepada lembaga. Riyan Arya Utama (ketua BEM), Syarifah Noor Zuraida (sekjen BEM), dan Regita Hoerunnisa (staf Kemendagri BEM) menghadap Dr. Retno Dwimarwati, M.Hum, Rektor ISBI Bandung untuk menyampaikan keluhan-keluhan dan aspirasi mahasiswa pada Senin (29/9/25) sore lalu.

“Kita sih nerima-nerima saja (dari keluhan tersebut –peny) kalo bentuk protesnya kayak gini (perwakilan datang langsung dan berdialog –peny), kalo banyak, kan akan sulit juga untuk proses diskusinya,” ucap Retno menanggapi keluhan-keluhan tersebut. “apalagi kalo (protesnya –peny) sampai merusak fasilitas, kan agak gimana gitu ya,” lanjutnya pada Senin sore itu.

Perihal perubahan warna jas almamater ISBI Bandung, Retno menyampaikan bahwa sebenarnya perubahan warna jas almamater dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan statuta (anggaran dasar organisasi) terkait warna biru tarum yang menjadi identitas ISBI Bandung (lihat statuta ISBI Bandung di: https://ppid.isbi.ac.id/images/pdf/isbi/PERMENRISTEKDIKTI_NOMOR_47_TAHUN_2016_TENTANG_STATUTA_ISBI_BANDUNG.pdf ).

“Jadi, acuannya kenapa kita itu berubah (warna jas almamaternya –peny), berdasarkan statuta ISBI Bandung, bahwa warna identitas ISBI Bandung adalah biru tarum, sehingga di tahun ini kita mencoba untuk mencari warna yang sesuai dengan biru tarum itu,” Ucap Retno dalam wawancara lanjutan dengan Daunjati pada hari Rabu, (1/10/2025).

Retno, kepada Daunjati menyampaikan bahwa warna jas almamater ISBI Bandung yang berwarna biru dongker, sebagaimana yang diterima pada angkatan-angkatan sebelumnya bukanlah warna biru tarum. Oleh karena itu, perubahan warna jas almamater merupakan usaha lembaga untuk menyesuaikan dengan panduan warna pada statuta tersebut.

Namun ternyata, perubahan warna menjadi biru tarum ini memicu polemik. Pasalnya, warna biru tarum yang dipesan lembaga ke vendor ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan.

“Harusnya warnanya tuh kayak gini,” ucap rektor sambil menunjukkan contoh kain dengan warna biru tarum yang diinginkan dengan kode warna C99, M100, Y3, K16. Kode warna ini tertuang dalam PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG STATUTA INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA BANDUNG Bab II, pasal 3, ayat 1.

“ISBI Bandung memiliki lambang berwarna biru ISBI Bandung memiliki lambang berwarna biru tarum dengan kode warna C99, M100, Y3, K16 yang terdiri atas bunga Cangkok Wijaya Kusumah, busur, sayap burung yang mengepak, dan rebab/kalam”.

Warna biru tarum dengan kode warna C99, M100, Y3, K16

Sebelum jas almamater dipesan, Retno menyampaikan bahwa ia telah memilih contoh warna yang disediakan penjahit. Namun ketika pesanan jas almamater sudah jadi, ia sendiri mengaku kaget karena warna jas almamater yang dibagikan berbeda dengan warna yang ia pilih.

“Ada yang bilang itu, ‘bu itu mahasiswa baru banyak yang protes, kenapa warna almet jadi berubah?’. Terus pas saya lihat juga tuh kaget, kenapa jadi terlalu terang begini,” ujar Retno menceritakan keterkejutan tentang perubahan warna.

Namun setelah diselidiki tentang warna yang tidak sesuai, Retno mengutarakan bahwa perubahan warna jas almamater menjadi lebih terang daripada warna yang dipilih disebabkan karena terdapat perbedaan pada bahan kain, sehingga tone warna menjadi lebih terang. Menurutnya, warna almamater sekarang adalah warna biru tarum.

Namun, sepengamatan Daunjati, terlepas dari masalah bahan yang memicu perubahan warna, warna jas almamater sekarang bukanlah warna biru tarum, melainkan warna yang lebih cerah daripada warna tarum.

Jas almamater baru (kiri) dikomparasi dengan kain berwarna biru tarum (kanan). Sepengamatan Daunjati, perbedaan warna antara jas almamater dan kain cukup signifikan jika diteliti. Jas almamater terlihat lebih terang dan jelas bukan berkode warna C99, M100, Y3, K16 sebagaimana kain di sebelah kanan. (Foto: Istimewa).

Perihal ditanya tentang apakah ada sosialisasi perihal pergantian warna jas almamater, Retno menyampaikan bahwa rektor tidak turun langsung untuk menyampaikan teknis mengenai pergantian warna jas almamater. “Ya rektor kan ga ngurusin teknis yang kayak begitu,” ucap Retno.

Perihal kualitas jas yang robek dan kancing yang copot, rektor mempersilakan mahasiswa baru untuk mengumpulkan jas tersebut untuk diganti dengan jas almamater yang baru. “nah itu (jas almamater yang rusak –peny) silakan aja dikumpulin. Itu sangat memungkinkan untuk kita ganti”.

Untuk pengumpulannya sendiri, Rektor ISBI Bandung mengintruksikan agar pengumpulan dilakukan secara mendetail dan spesifik, seperti ada berapa banyak kancing yang lepas, serta apa saja yang dikeluhkan. Ukuran jas juga menjadi perhatian karena beberapa mahasiswa mendapati jas yang tidak sesuai dengan ukurannya.

“Soalnya bisi, katanya ada yang ukurannya teh tanganna paranjang. Kan bisi ukuran S dan M di tukang jait berbeda dengan kita”.

Pengumpulan yang mendetail dan spesifik ini dimaksudkan untuk menginventarisasi kerusakan agar pengembalian jas tepat sasaran, karena menurutnya, ia juga ingin tahu perihal seberapa banyak kesalahan produksi yang terjadi untuk disampaikan langsung ke vendor jas almamater.

“Kemudian kalo yang buruk-buruk, mangga dikumpulin aja yang tidak terima dengan itu, dan kita akan kembalikan kepada vendor aja.” ucap Retno.

Isu mengenai warna ini juga menjadi perhatian bagi Indra Ridwan selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang turut hadir dalam wawancara pada Rabu (1/10/2025) kemarin. Ia menyampaikan bahwa nantinya dalam acara PKKMB, akan ada satu segmen khusus yang membahas tentang identitas ISBI Bandung, bukan hanya mars dan himne saja.

“Selama ini kan (yang disosialisasikan –peny) hanya lagu, mars, himne ya. Kita ada yang lain yang harus kita sosialisasikan salah satunya adalah warna.” pungkas Indra.

Penulis: Acep M. Sirojudin, Marcellino Evan Cheung

Dokumetasi: Marcellino Evan Cheung, Istimewa

Ilustrator: Purwa Sundani

Penyunting: Purwa Sundani