Rubrik Seni

PINTU TERTUTUP: “KAMU SUKA DIPUJI? SELAMAT, KAMU TELAH BUNUH DIRI!”

PINTU TERTUTUP: “KAMU SUKA DIPUJI? SELAMAT, KAMU TELAH BUNUH DIRI!” Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Neraka tak selalu berupa tempat yang penuh dengan api yang membara, terkadang neraka justru tercipta dari pikiran kita. Pada Jum’at (25/07/2026), pukul 19.30 WIB, Gedung Kesenian Sunan Ambu mementaskan sebuah teater yang berjudul “Pintu Tertutup”. Pertunjukan ini diadaptasi dari naskah klasik karya Jean-Paul Sartre tahun 1944 berjudul Huis Clos atau No Exit. Disini, penonton dipaksa […]

TENGUL: KETIKA KEMISKINAN DIPENTASKAN MENJADI ESTETIKA YANG MENGGUGAH

TENGUL: KETIKA KEMISKINAN DIPENTASKAN MENJADI ESTETIKA YANG MENGGUGAH Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Kemiskinan tidak selalu dipentaskan sebagai sesuatu yang muram. Melalui pertunjukan teater Tengul di Gedung Sunan Ambu, Jumat (17/07/2026), penonton diajak menyaksikan bagaimana penderitaan, ambisi, dan harapan dalam balutan estetika yang indah. Diadaptasi dari naskah karya Arifin C. Noer, Tengul mengisahkan pasangan suami istri yang terjebak himpitan ekonomi hingga tergoda menempuh jalan pintas melalui perjudian dan

FESTIVAL PERTUNJUKAN PSEUDO ENTERTAINMENT: KETIKA SENIMAN MENJADI AUDIENS

FESTIVAL PERTUNJUKAN PSEUDO ENTERTAINMENT: KETIKA SENIMAN MENJADI AUDIENS Read More »

Rubrik Seni Rubrik Sosial

Hallway Pasar Kosambi, Bandung, menjadi ruang berlangsungnya Festival Pertunjukan Pseudo Entertainment pada 8–12 Juli 2026. Festival ini menghadirkan sejumlah karya seni pertunjukan yang mengajak pengunjung untuk terlibat secara langsung, bukan hanya sekadar menjadi penonton pasif. Salah satu gagasan yang diusung festival ini adalah bagaimana seniman mendekati audiens dengan menjadi bagian dari pertunjukan. Alih-alih tampil sebagai

MENGARUNGI LOKAKARYA RESIDENSI “SIASAT AIR : SURGA YANG TAK DIRINDUKAN”

MENGARUNGI LOKAKARYA RESIDENSI “SIASAT AIR : SURGA YANG TAK DIRINDUKAN” Read More »

Rubrik Seni Rubrik Sosial

Berangkat dari Hulu Budaya Masyarakat Yang Terlupakan Air merupakan zat paling dominan di planet ini. Kehadirannya dalam kehidupan sesungguhnya memiliki sifat paradoksal karena dapat membawa berkah maupun musibah bagi siapa pun yang berhadapan dengannya. Salah satu sumber aliran air di daerah Jawa Barat sendiri yaitu sungai bernama Citarum. Ia berhulu di Gunung Wayang dan bermuara

KAPAI-KAPAI: KEMISKINAN STRUKTURAL DAN ILUSI SEMU AKAN HARAPAN

KAPAI-KAPAI: KEMISKINAN STRUKTURAL DAN ILUSI SEMU AKAN HARAPAN Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Harapan, Ilusi, dan Perjuangan Manusia   Mengapa kita sebagai manusia terus menggapai harapan yang mungkin hanyalah ilusi? Dalam perjuangan itu, apa yang sesungguhnya kita temukan? Pertanyaan ini melibatkan eksistensi dan harapan akan realitas kehidupan yang sukar ditebak, dan menjadi titik berangkat tulisan ini. Kapai-Kapai adalah sebuah lakon yang ditulis oleh Arifin C. Noer, seorang teaterwan asal Cirebon yang

SEKAR SINANGLING DALANG DALAM LAKON PRAHARA DI KISKENDA

SEKAR SINANGLING DALANG DALAM LAKON PRAHARA DI KISKENDA Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Kamis sore, 11 Desember 2025, lakon “Prahara di Kiskenda” dipentaskan di GK Sunan Ambu ISBI Bandung. Pementasan ini merupakan bagian dari Tugas Akhir Penyajian Sekar Padalangan dalam Resital Tugas Akhir Gelombang 2 Jurusan Karawitan. Lakon “Prahara di Kiskenda” yang dibawakan oleh Rian Sukmana dalam Tugas Akhir Sekar Padalangan Jurusan Karawitan ini mengisahkan dua tokoh kakak beradik berwujud kera, Sobali

SUTRADARA NENDEN KURNIA DEWI DAN NARASI PUBERTAS DALAM “WHISPERS OF RED”

SUTRADARA NENDEN KURNIA DEWI DAN NARASI PUBERTAS DALAM “WHISPERS OF RED” Read More »

Rubrik Seni

Film Whispers of Red karya sutradara Nenden Kurnia Dewi menjadi pembuka rangkaian hari kedua Feelmograph 3.5, bersamaan dengan pemutaran film Unheard. Acara yang digelar oleh Prodi Televisi dan Film bersama KMTF (Keluarga Mahasiswa Televisi dan Film) ISBI Bandung ini berlangsung pada 9 Desember 2025 di CGV Mall BEC. Whispers of Red mengisahkan Dara, seorang siswi sekolah dasar yang mulai mengalami

PEMENTASAN NYAI ONTOSOROH JADI PENUTUP UJIAN TUGAS AKHIR GELOMBANG DUA JURUSAN TEATER ISBI BANDUNG 2025

PEMENTASAN NYAI ONTOSOROH JADI PENUTUP UJIAN TUGAS AKHIR GELOMBANG DUA JURUSAN TEATER ISBI BANDUNG 2025 Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Selasa, 25 November 2025. Bertempat di Gedung kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung telah dipentaskan sebuah teater yang mengambil latar pada zaman Hindia Belanda dengan judul “Nyai Ontosoroh”. Teater ini menjadi penutup manis menandakan berakhirnya tugas akhir gelombang 2 mahasiswa jurusan teater ISBI Bandung 2025. Adapun peserta ujian akhir yang terlibat dalam teater ini yakni Reni

FRAMEMORTAGE GELAR “LAYAR TANCAP” DI GOS PATANJALA LEWAT LUMANTARA

FRAMEMORTAGE GELAR “LAYAR TANCAP” DI GOS PATANJALA LEWAT LUMANTARA Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Mahasiswa angkatan 2025 (Framemortage) Program Studi Televisi dan Film menggelar kegiatan bertajuk “Lumantara: Layar Tancap Desa” yang digelar di GOS Patanjala ISBI Bandung pada Minggu, 23 November 2025. Rheirendra Sukma Rabbani, selaku Ketua Pelaksana Lumantara menyampaikan bahwa tajuk kegiatan ini adalah manifestasi dari penggabungan dua unsur, yakni fotografi dan videografi yang dilambangkan dengan cahaya, serta

MEMBACA TRAUMA DALAM RUMAH YANG DIKUBURKAN

MEMBACA TRAUMA DALAM RUMAH YANG DIKUBURKAN Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Sabtu, 22 November 2025 menjadi hari pementasan teater berjudul “Rumah yang Dikuburkan” karya Sam Shepard terjemahan Afrizal Malna di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung. Pementasan ini merupakan bagian dari Ujan Tugas Akhir Gelombang Dua Jurusan Teater ISBI Bandung dengan minat penataan artistik dan pemeranan yang diikuti oleh Hilmi Fauzan dengan minat penataan artistik dan

PERGULATAN MANUSIA MELAWAN KETAKUTAN KOLEKTIF DALAM PERTUNJUKAN SAMPAR

PERGULATAN MANUSIA MELAWAN KETAKUTAN KOLEKTIF DALAM PERTUNJUKAN SAMPAR Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Rabu malam, 19 November 2025, Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung menjadi ruang pementasan “Sampar” atau “L’État de Siège,” karya Albert Camus. Pertunjukan ini mengisahkan sebuah wabah yang menyebarkan ketakutan kepada warga kota. Sejak menit pertama, atmosfer Sunan Ambu terasa berbeda. Lampu diredupkan cukup lama, diiringi ritme musik yang menahan penonton dalam ketidakpastian dan tanda

TEATER ‘PAKAIAN DAN KEPALSUAN’: KRITIK SATIR UNTUK SEBUAH KEBOHONGAN

TEATER ‘PAKAIAN DAN KEPALSUAN’: KRITIK SATIR UNTUK SEBUAH KEBOHONGAN Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Malam di Gedung Sunan Ambu ISBI Bandung pada tanggal 5 November 2025 terasa lebih hangat dari biasanya. Lampu-lampu redup di panggung memantulkan bayangan meja bar, gelas, dan kepulan asap rokok yang menari pelan. Di ruangan itu,dalam Ujian Tugas Akhir Jurusan Teater ISBI Bandung, Jilan Ibrahim Rabani dengan minat pemeranan dan Muhammad Raffi Surya dengan minat

MENJEMBATANI TRADISI DAN MODERNITAS: GALURA BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN NILAI BANGSA

MENJEMBATANI TRADISI DAN MODERNITAS: GALURA BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN NILAI BANGSA Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Gabungan Mahasiswa Seni Murni (Gamaseni) Institut Seni Budaya Indonesia Bandung menyelenggarakan pameran bertajuk Galura Budaya pada 4–7 November 2025 di Galeri Astaka ISBI Bandung. Pameran ini merupakan rangkaian lanjutan dari Drawing Competition yang menjadi rangkaian utama pada Galura Budaya 2025, dengan mempersembahkan 14 karya terbaik untuk dipajang di Galeri Astaka. Azka Maulana Rifaldi, selaku tim acara Galura

PEMENTASAN TEATER ‘NABI KEMBAR’: MILIK SIAPAKAH KEBENARAN ITU?

PEMENTASAN TEATER ‘NABI KEMBAR’: MILIK SIAPAKAH KEBENARAN ITU? Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

Pertunjukan teater “Nabi Kembar” karya Slawomir Mrozek, terjemahan Djum’an, dipentaskan di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung. Melalui kisah dua nabi yang hadir bersamaan, pementasan ini menampilkan refleksi satir tentang perebutan kebenaran di tengah hiruk pikuk kekuasaan. “Nec audiendi qui solent dicere, Vox populi, vox Dei, quum tumultuositas vulgi semper insaniae proxima sit.” Terjemahann :

MEMBACA LUKA DALAM PELACUR DAN SANG PRESIDEN

MEMBACA LUKA DALAM PELACUR DAN SANG PRESIDEN Read More »

Rubrik Kampus Rubrik Seni

“Angka (usia) bisa diubah, Mila, tapi nasibmu tidak,” tegas Bu Darno dalam Teater Pelacur dan Sang Presiden. Begitulah kalimat yang membuka nasib Jamila. Seorang anak berusia empat belas tahun yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tapi justru terjerumus ke dalam dunia perdagangan perempuan. Usianya yang masih belia dicatat sebagai delapan belas tahun oleh sang mucikari, Bu