
(Sumber Foto: Instagram isbi.bandung_official)
Pada Rabu (22/07/2026), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka pemaparan visi, misi, dan program kerja para calon rektor periode 2026–2030 di ruang Rektorat Lantai 4. Dari empat bakal calon yang ada, tiga kandidat berhasil maju dan bertahan, yaitu Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum.; Prof. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum., Ph.D.; serta Dr. Wanda Listiana, S.Sos., M.Ds.
Pemaparan visi, misi, dan program kerja di hadapan sivitas akademika ISBI Bandung ini diawali oleh Prof. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dengan penyampaian sebagai berikut:
PROF. NENENG YANTI KHOZANATU LAHPAN, S.Ag., M.Hum., PH.d.
A. VISI, MISI, PILAR, SERTA PROGRAM
1. Visi
“Mengakselerasi terwujudnya ISBI Bandung sebagai Kabuyutan Kiwari, pusat keunggulan seni budaya yang berakar pada tradisi, unggul dalam inovasi, mandiri dalam pengelolaan, dan berdampak bagi masyarakat.”
Kabuyutan Kiwari menempatkan ISBI Bandung sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya yang berakar pada nilai-nilai tradisi, tetapi mampu menjawab tantangan zaman.
2. Misi
- Memperkuat pendidikan seni budaya berbasis tradisi.
- Mengembangkan riset, penciptaan, dan inovasi.
- Meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional.
- Memperluas dampak pengabdian masyarakat berbasis budaya.
- Mewujudkan tata kelola yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
3. Pilar-Pilar Utama
- Ngamumule: Menguatkan peran ISBI Bandung sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan seni budaya berbasis tradisi.
- Ngareka: Mengembangkan riset, penciptaan, dan inovasi seni budaya yang unggul dan berdampak.
- Ngaronjatkeun: Meningkatkan mutu pendidikan, sumber daya manusia, serta tata kelola institusi yang profesional dan berintegritas.
- Ngajembaran: Memperluas jejaring kolaborasi dan internasionalisasi untuk meningkatkan daya saing institusi.
- Ngamangpaatkeun: Menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengabdian dan pemberdayaan berbasis seni budaya.
- Ngawangun Kamandirian: Membangun kemandirian dan kapasitas institusi yang berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan reputasi ISBI Bandung.
4. Program
- Digitalisasi & Pelestarian Budaya (Ngamumule): Mengarsipkan 1.000 karya/manuskrip seni budaya Sunda-Nusantara secara digital dan mendampingi 15 Desa Budaya Binaan.
- Inovasi & Kewirausahaan Kreatif (Ngareka): Membangun Creative Innovation Hub, memfasilitasi startup mahasiswa, dan mengejar target
HKI/Hak Cipta.
- Transformasi Akademik & SDM (Ngaronjatkeun): Menerapkan 100% kurikulum Outcome-Based Education (OBE), mendorong >50% dosen bergelar doktor, serta menambah +8 guru besar.
- Internasionalisasi & Diplomasi Budaya (Ngajembaran): Memperluas kolaborasi dengan
mitra global, program pertukaran mahasiswa/dosen, dan menggelar festival seni internasional.
- Pengabdian Masyarakat Berdampak (Ngamangpaatkeun): Memperluas program ISBI Ngabakti dan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
- Kemandirian & Green Campus (Ngawangun Kamandirian): Mengembangkan Kampus II Cikamuning sebagai Green Cultural Campus, mentransformasi tata kelola berbasis Smart Governance, dan menaikkan pendapatan non-UKT hingga 14%.
5. Program 100 Hari Pertama
- Padungdengan ISBI: Forum dialog interaktif dengan senat, dosen, mahasiswa, tendik, dan alumni untuk menyerap aspirasi.
- Audit Kelembagaan: Pemetaan baseline akademik, SDM, keuangan, dan sarana prasarana.
- Digital Campus Quick Wins: Integrasi 3 layanan digital utama kampus.
- Peluncuran Arsip Budaya Digital: Inisiasi awal inventarisasi arsip budaya digital.
B. REKAM JEJAK
1. Keahlian Utama
Berdasarkan rekam jejaknya, Prof. Neneng memiliki kepakaran di bidang antropologi seni dan budaya, dengan fokus pada:
- Tata Kelola Pariwisata Budaya & Ruang Publik: Pengemasan paket wisata berbasis seni budaya lokal, pemanfaatan festival, dan city branding.
- Kajian Islam dan Budaya / Interfaith: Relasi otoritas agama dengan seni tradisi, tradisi masyarakat adat/lokal, dan diplomasi lintas iman (interfaith).
- Pemberdayaan Masyarakat & Perspektif Gender: Metodologi pengabdian berbasis gender dan pengawasan partisipatif masyarakat.
- Manajemen Pendidikan Tinggi & LPPM: Pengalaman kepemimpinan di tingkat kelembagaan perguruan tinggi.
2. Rekam Jejak Akademik dan Jabatan
- Kepakaran Akademik: S1 Bahasa dan Sastra Arab (1999) di IAIN Bandung, S2 Sastra (2002) di UGM, dan S3 Antropologi (2015) di Monash University, Australia.
- Jabatan Fungsional: Sekretaris LPPM (2016–2019), Kepala Pusat Publikasi, Ketua LPPM (2023–2024), hingga menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum (2024–2026).
3. Rekam Jejak Riset dan Karya Ilmiah
- Fokus pada penelitian festival seni, konservasi warisan budaya (seperti di Kampung Dukuh dan Kerajaan Kendan), pariwisata budaya, serta pengaruh ruang publik dan media baru/digital terhadap seni tradisi.
- Banyak menerbitkan karya di jurnal bereputasi (seperti Mudra, Wacana, dan ISVS e-journal) serta aktif mendaftarkan HKI/Hak cipta karya budaya.
4. Rekam Jejak Internasional dan Pengabdian
- lnternasional: pembicara aktif dalam seminar/konferensi internasional bidang seni budaya (ictmd pasea) dan forum lintas agama (interfaith convention) di berbagai negara (UK, Afrika Selatan, Kenya, Filipina).
- Pengabdian: aktif menjadi narasumber pengawasan pemilu, pelatih pengemasan wisata desa budaya, serta perwakilan English for Ulama goes to UK
C. ANALISIS KETERKAITAN VISI, MISI, DAN REKAM JEJAK
Penyusunan visi, misi, dan program kerja Prof. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan memperlihatkan benang merah yang kuat dengan latar belakang akademik dan rekam jejak kepemimpinannya di lingkungan ISBI Bandung. Jika ditinjau dari latar belakang akademiknya, gagasan Kabuyutan Kiwari memiliki keterkaitan dengan kepakaran Prof. Neneng dalam bidang antropologi seni dan budaya. Kepakarannya dalam bidang riset dan kebudayaan memberikan landasan yang matang dalam merumuskan agenda pemajuan kebudayaan, digitalisasi warisan budaya, hingga penguatan riset bernilai guna bagi masyarakat.
Dari segi tata kelola institusi, program-program prioritas yang ditawarkan tidak berdiri secara teoretis belaka, melainkan berakar pada pengalaman manajerial yang nyata. Pengalaman beliau saat menjabat sebagai Ketua LPPM memberikan gambaran yang konkret mengenai kebutuhan pengembangan iklim akademik dan ekosistem riset institusi. Sementara itu, rekam jejaknya sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum memberikan pemahaman praktis terkait efisiensi penganggaran, tata kelola administrasi, dan pengembangan kapasitas SDM. Keselarasan antara keahlian keilmuan dan rekam jejak struktural ini menjadikan program kerja yang diusulkan memiliki dasar rasionalitas yang terukur serta relevansi yang kuat dengan kebutuhan pengembangan institusi.
Dr. ISMET RUCHIMAT, S.Sen., M.Hum.
A. VISI, MISI, PILAR, DAN PROGRAM
1. Visi
“Mewujudkan ISBI Bandung sebagai Rawayan Atikan Budaya Nusantara yang unggul dalam keilmuan, penciptaan, dan diplomasi budaya, berkarakter inovatif, serta berdaya saing global untuk kemaslahatan masyarakat.”
Rawayan Atikan Budaya Nusantara memosisikan ISBI Bandung sebagai jembatan (rawayan) sekaligus ruang pembelajaran (atikan) kebudayaan Nusantara. Gagasan ini bertujuan menghubungkan kekayaan tradisi lokal dan kearifan lokal Sunda dengan pendekatan inovatif, transdisipliner berbasis teknologi, serta diplomasi budaya global.
2. Misi
- Pendidikan seni budaya berbasis nilai lokal dan berorientasi global.
- Riset dan penciptaan seni berbasis kearifan budaya Nusantara.
- Pembelajaran transdisipliner berbasis teknologi.
- Kemitraan/jejaring dengan masyarakat, industri kreatif, dan komunitas dunia.
- Tata kelola kampus yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan.
3. Pilar-Pilar Filosofis
- Singkil: Penyucian niat dan penataan fondasi
- Nincak/Napak: Implementasi Transformasi
- Nyorang: Pelaksanaan & Penguatan Produksi
- Meuntas: Ekspansi Global & Diplomasi Budaya
- Nyampak: Hilirisasi, Reputasi & Dampak Nyata
4. Program Prioritas
- Pembenahan Tata Kelola Internal (Singkil): Menuntaskan audit menyeluruh (Institutional Diagnosis) di 100% unit, menerapkan budaya kerja “Gerak Singkil”, serta meluncurkan Dashboard Kinerja Institusi dan Roadmap ISBI 2030.
- Transformasi Pembelajaran & Pendidikan (Nincak/Napak): Melakukan peninjauan kurikulum total di seluruh program studi berbasis Project/Studio-Based Learning dan menghadirkan 100 Maestro seni budayauntukmembimbing generasi muda.
- Riset & Pengabdian Masyarakat (Nyorang): Mengakselerasi pendaftaran HKI/Paten karya kampus, menggelar Festival Karya ISBI skala nasional, dan merintis 50+ Program Desa/Kampung Budaya Binaan.
- Internasionalisasi & Diplomasi Global (Meuntas): Mengakselerasi ekspansi karya ke festival dunia, memperluas Artist in Residence ke kampus global, meluncurkan platform Open Access Arsip Budaya Digital, menargetkan 25+ kolaborasi dan jejaring internasional
- Inovasi, Hilirisasi & Dampak Nyata (Nyampak): Menargetkan 150+ produk hilirisasi dari riset dan karya seni bernilai ekonomi, meluncurkan Pusat Inovasi CACCI (Center for Arts, Culture & Creative Innovation), serta membangun Student Creative Hub.
5. Program 100 Hari Pertama
- Penetapan Roadmap ISBI Bandung 2030.
- Peluncuran Dashboard Kinerja Institusi.
- Penyelesaian peninjauan kurikulum seluruh prodi.
- Pembentukan Klaster Riset Unggulan ISBI.
- Peluncuran Pusat Inovasi Seni Budaya (CACCI / Center for Arts, Culture Creative Innovation).
- Penjalinan minimal 5 kerja sama strategis baru.
- Memulai Program Desa Mitra Seni Budaya.
- Penyelesaian Talent Mapping SDM.
- Peluncuran Student Creative Hub.
- Pelaksanaan Gerakan Budaya Kerja “Gerak Singkil” di seluruh unit.
B. REKAM JEJAK
1. Keahlian Utama
Secara garis besar, Dr. Ismet Ruchimat adalah seorang Etnomusikolog, Komposer Musik Tradisi/Kontemporer, dan Praktisi Diplomasi Budaya Internasional.
- Etnomusikologi & Inovasi Musik Digital: Ahli dalam penciptaan dan pengkajian musik tradisi (Karawitan/Sunda) yang memadukan instrumen lokal dengan teknologi digital modern.
- Diplomasi Budaya Internasional: Berpengalaman luas sebagai pengajar, pengomposisi, dan Artist in Residence di berbagai universitas/festival mancanegara (khususnya AS dan Eropa).
- Manajemen Seni Pertunjukan & Akademik: Berpengalaman memimpin institusi (mantan Dekan FSP ISBI Bandung) serta mengelola produksi karya dan kurikulum seni.
2. Rekam Jejak Akademik dan Jabatan
- Akademik: S1 Karawitan di STSI Surakarta (1992), S2 (2001) dan S3 (2015) Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di UGM.
- Jabatan: Lektor Kepala, Kepala UPT Ajang Gelar, Wakil Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung.
3. Rekam Jejak Riset dan Karya Ilmiah
- Riset beliau berfokus pada pengkajian etnomusikologi yang menggabungkan pelestarian kearifan lokal Sunda dengan teknologi modern, dokumentasi dan analisis simbolis seni tradisi, inovasi instrumen digital, hingga pembacaan tren kebudayaan di tingkat global.
- Publikasi riset Dr. Ismet Ruchimat tersebar di prosiding internasional terindeks (INCARTURE) serta jurnal-jurnal ilmiah di bidang seni pertunjukan, etnomusikologi, dan kebudayaan.
4. Rekam Jejak Internasional dan Pengabdian
- Internasional: Berulang kali diundang sebagai seniman dan pengajar tamu di Universitas Amerika. Aktif memimpin workshop gamelan dan kendang penca di Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Tiongkok, Brasil, dan Thailand. Menjabat di bidang Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Gamelan Indonesia
- Pengabdian: Menjadi narasumber bimtek manajemen seni, sosialisasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB), serta digitalisasi branding bagi pelaku seni daerah. Merancang pendampingan potensi seni lokal untuk penunjang pariwisata daerah. Dipercaya menjadi juri ajang kreativitas seni tradisi tingkat provinsi, FLS2N Jawa Barat, hingga festival budaya daerah.
C. ANALISIS KETERKAITAN VISI, MISI, DAN REKAM JEJAK
Secara keseluruhan, visi, misi, dan program strategis yang digagas oleh Dr. Ismet Ruchimat memiliki tingkat kesesuaian yang sangat tinggi dengan latar belakang akademik serta pengalaman profesional yang dimilikinya. Gagasan utama mengenai “Rawayan Atikan Budaya” yang menekankan integrasi nilai lokal, riset seni, digitalisasi, hingga diplomasi budaya global berjalan selaras dengan rekam jejak beliau sebagai akademik, komposer, dan peneliti seni. Pengalaman beliau dalam melakukan ekspansi karya ke ranah internasional, seperti menjadi artist resident dan mengisi workshop di luar negeri, menjadi dasar kuat bagi implementasi pilar diplomasi budaya dan pemajuan kampus ke tingkat global. Begitu pula dengan fokus program pada pengabdian masyarakat dan digitalisasi musik tradisi yang secara langsung mencerminkan kegiatan riset serta pengabdian yang rutin beliau jalankan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, program-program yang ditawarkan merupakan kelanjutan logis dari rekam jejak dan kapasitas kerja yang telah beliau bangun selama ini.
Dr. WANDA LISTIANI, S.Sos., M.Ds.
A. VISI, MISI, PILAR DAN PROGRAM
1. Visi
“Menjadi Perguruan Tinggi Seni Budaya yang Unggul, Adaptif, dan Sejahtera pada tahun 2030.”
- Makna Visi (Filosofi 3 Pilar Utama)
- Unggul: ISBI Bandung menjadi pusat unggulan seni budaya yang bersumber dari tradisi lokal Sunda, seni budaya Jawa Barat, serta kolaborasi Nusantara. Secara akademik unggul dan membangun manusia yang cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer (sehat lahir batin, berbudi luhur, menjunjung kebenaran, cerdas, kreatif, serta tangkas).
- Adaptif: Mampu merespons perubahan global melalui pengelolaan ketahanan budaya lokal sebagai identitas institusi, serta beradaptasi dengan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan realitas virtual.
- Sejahtera: Mampu menjawab kebutuhan serta menyejahterakan sivitas akademika, masyarakat, dan bangsa melalui kemandirian finansial dan kesejahteraan psikologis (well-being), serta berdampak positif pada perkembangan zaman dan industri kreatif.
2. Misi (Disingkat: KAWENTAR)
- Kaweruh: Meningkatkan mutu pendidikan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi kecerdasan buatan, dan kearifan lokal.
- Ajen: Memperkuat atmosfer akademik dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
- Wiwaha: Menyelenggarakan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, akuntabel, dan cepat tanggap (fast response).
- Enggal: Menjalin kolaborasi multidisiplin dan jejaring seni budaya Nusantara untuk mendorong inovasi seni budaya baru di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
- Ngaraksa: Melestarikan seni budaya tradisi sebagai sumber inovasi warisan budaya.
- Tandang: Menghasilkan karya akademik dan karya seni budaya yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
- Akrab: Membangun kualitas SDM melalui budaya unggul dan pemberdayaan masyarakat melalui diplomasi budaya menuju Indonesia Adibudaya.
- Rancage: Mengembangkan kewirausahaan seni budaya dan transformasi ekosistem digital sebagai upaya hilirisasi hasil penelitian.
3. Pilar-Pilar Utama (Filosofi “IMAH URANG” / Rumah Kita)
Landasan operasional institusi dijabarkan melalui akronim IMAH URANG:
- I (Inklusi – Inovasi): Mewujudkan lingkungan kampus yang terbuka bagi semua kalangan tanpa diskriminasi, dan mendorong lahirnya berbagai inovasi seni budaya.
- M (Mandiri): Membangun kemandirian institusi, termasuk dalam hal pengelolaan finansial dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi.
- A (Adaptif): Kemampuan institusi dalam merespons cepat berbagai perubahan global, kemajuan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan dinamika zaman.
- H (Humanis Hub): Menjadikan ISBI Bandung sebagai pusat interaksi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kenyamanan, dan kesejahteraan psikologis (well-being) sivitas akademika.
- U (Unggul): Berkomitmen untuk menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang seni budaya yang bersumber dari tradisi lokal Sunda dan Nusantara.
- R (Real-Time): Mengembangkan sistem birokrasi, tata kelola, dan layanan akademik yang cepat tanggap (fast response) serta efisien.
- A (Akuntabel): Menyelenggarakan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
- N (Networking): Memperluas jejaring kerja sama multidisiplin baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional dengan industri kreatif dan institusi lain.
- G (Global – Sustainable Living): Mempersiapkan ISBI Bandung untuk memiliki daya saing global dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan dan ketahanan budaya.
4. 8 Program Prioritas 100 Hari Kerja (Tahun 2026)
- Rektor Ngabandungan (R-Day): Program menyapa dan mendengarkan aspirasi sivitas akademika secara proaktif ke fakultas, pascasarjana, prodi, hingga unit kegiatan mahasiswa.
- Percepatan Tata Kelola ISBI Bandung (Quick Wins): Peningkatan kualitas layanan pengajaran, penguatan infrastruktur, dan sistem manajemen.
- Kolaborasi Strategis Nusantara (Multidisiplin): Kemitraan dengan industri kreatif, alumni, komunitas seni, dan pemerintah.
- ISBI.Bdg Kawentar: Branding institusi secara konsisten melalui festival seni, pasar seni, pameran terbuka, podcast, serta pengelolaan media sosial.
- Program Seni Inklusi (Disabilitas Feasibility Studies): Penyediaan akses dan kurikulum seni yang ramah disabilitas untuk mengurangi ketimpangan.
- Publikasi Ilmiah Bereputasi Camp (PuBer-C): Pendampingan dan peningkatan standar akademik melalui publikasi jurnal internasional dan nasional.
- LAGAMUPA Terpadu: Pembentukan ekosistem Laboratorium, Galeri, Museum, dan Panggung sebagai pusat bisnis seni budaya serta pemetaan kepakaran dosen.
- Roadmap ISBI.BdgArtland 2030: Arah pengembangan jangka panjang berbasis kolaborasi untuk memperkuat daya saing mahasiswa di industri seni dan hiburan.
5. Program Kerja 2027–2030 (19 Program Tahunan)
Program kerja 4 tahun ke depan berfokus pada 4 tema utama:
- Tahun 2027 (ISBIBdg. Bersih): Fokus pada pengelolaan sampah kampus/toilet/parkir, LAGAMUPA Terpadu, akselerasi karir tendik & dosen, insentif program & integrity week, bantuan studi lanjut, student center, serta MoU Mobile Class & pendampingan PTNBH.
- Tahun 2028 (ISBIBdg. Inklusi): Fokus pada Digital Fins Dashboard (Keuangan & Anggaran), Inklusi Art Program, Inisiasi Sunda Center, ISBI.Bdg ArtLand (Bisnis Kreatif Forum), LLM-ArtDig Library & Repositori Praktik Seni, serta Dana Lestari ISBI Bandung.
- Tahun 2029 (ISBIBdg. Mandiri): Fokus pada program Dosen Pulkam (1 Dosen 1 Sanggar/Studio), Joint Academic & Research (pertukaran staf/mahasiswa/peneliti), serta Ambassador Lecture (Atdikbud Inspirations).
- Tahun 2030 (ISBIBdg. Sejahtera): Fokus pada Indeks Kesejahteraan SDM ISBI Bandung, Kolaborasi Strategis Nusantara & Internasional, serta Maestro Berbagi & Satu Data Seni Budaya.

(Sumber: Pemaparan Visi Misi Dr. Wanda Listiana, S.Sos., M.Ds.)
B. REKAM JEJAK
1. Keahlian Utama
- Memiliki kepakaran dan keahlian di bidang Ilmu Komunikasi, Desain, serta Kajian Budaya dan Media.
- Fokus keahlian spesifik meliputi: desain visual & digital (seperti batik folklor, digital twin, teknologi 3D fotogrametri, dan penerapan Artificial Intelligence/AI dalam media seni), intervensi kesehatan mental berbasis seni (psifolk), serta manajemen media dan pendidikan tinggi.
2. Rekam Jejak Akademik dan Jabatan:
- Pendidikan: S1 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (2004), S2 Desain Institut Teknologi Bandung (2007), dan S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada (2014).
- Jabatan: Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum (berdasarkan rekam jejak institusional), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISBI Bandung (2019–2022), Ketua Jurusan Seni Rupa/Kriya Seni (2015–2019), Ketua Senat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Sekretaris Senat Akademik ISBI Bandung (2022–2026).
3. Rekam Jejak Riset dan Karya Ilmiah:
- Sangat produktif melakukan penelitian interdisipliner yang menggabungkan seni tradisi dengan teknologi modern (seperti Digital Twin atlet pencak silat, teknologi 3D fotogrametri karya seni, computer vision untuk desain batik folklor, hingga media edukasi kesehatan mental).
- Aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di berbagai jurnal bereputasi serta memiliki rekam jejak HKI (Hak Kekayaan Intelektual).
4. Rekam Jejak Internasional dan Pengabdian:
- Internasional: Aktif berpartisipasi sebagai pemakalah dan peserta dalam konferensi internasional lintas negara (seperti di Osaka, Jepang, dll.).
- Pengabdian kepada Masyarakat: Melaksanakan berbagai program PKM berbasis pemberdayaan masyarakat dan literasi seni (seperti eksplorasi kreativitas anak di sekolah rakyat, workshop motorik di Nias, hingga psikoterapi seni bagi anak korban bencana alam).
- Penghargaan: Memperoleh tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun (2024).
C. ANALISIS KETERKAITAN VISI, MISI, DAN REKAM JEJAK
Dari rekam jejak yang dipaparkan, terdapat sejumlah keterkaitan antara latar belakang Dr. Wanda Listiani S.Sos., M.Ds. dengan gagasan yang ditawarkannya untuk ISBI Bandung periode 2026-2030:
- Relevansi Visi “Adaptif” dan Penggunaan Teknologi (AI & Digital): Visi beliau yang menekankan aspek adaptif terhadap teknologi modern (AI, big data, realitas virtual) berakar langsung dari rekam jejak risetnya yang konsisten mengeksplorasi teknologi digital dalam seni (seperti Digital Twin, Computer Vision, dan 3D Photogrammetry). Hal ini menjadikan program transformasi digital dan kurikulum berbasis teknologi bukan sekadar wacana, melainkan linier dengan kepakarannya.
- Relevansi Pilar “Mandiri”, “Akuntabel”, dan “Real-Time” dengan Pengalaman Jabatan Pimpinan: Pengalaman beliau sebagai mantan Ketua LPPM dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum memberikan penguasaan mendalam terhadap tata kelola manajerial birokrasi kampus. Hal ini tercermin dalam pilar Akuntabel, Real-Time, dan Mandiri, serta program percepatan tata kelola (Quick Wins) dan pengelolaan anggaran yang tertata pada rencana tahunan.
- Relevansi Misi “Rancage” & Program Kewirausahaan Seni dengan Latar Belakang Desain & Komunikasi: Latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi dan S2 Desain mendasari misi Rancage (pengembangan kewirausahaan seni budaya dan ekosistem digital) serta program prioritas hilirisasi riset, branding institusi (ISBI.Bdg Kawentar), dan pengelolaan Laboratorium-Galeri-Museum (LAGAMUPA).
- Relevansi Pilar “Humanis Hub” & “Inklusi” dengan Rekam Jejak Pengabdian Masyarakat: Rekam jejak pengabdian Dr. Wanda yang banyak bersentuhan langsung dengan pemberdayaan psikologis masyarakat (seperti psikoterapi seni untuk korban bencana, edukasi kesehatan mental, dan studi kelayakan disabilitas) diterjemahkan secara nyata ke dalam pilar Humanis Hub serta program Seni Inklusi untuk menjamin kesejahteraan psikologis (well-being) sivitas akademika dan masyarakat luas.

(Sumber: Instagram isbi.bandung_official)
Rangkaian pemilihan rektor ISBI Bandung periode 2026-2030 kini memasuki tahap akhir. Setelah agenda serah terima dokumen rekam jejak pada 6 Agustus 2026, proses pemilihan akan dilanjutkan dengan Rapat Senat Tertutup, perhitungan suara dan deklarasi figur rektor terpilih, serta pengumuman hasil pemilihan pada 20 Agustus 2026.
Tahapan tersebut akan menjadi penentu arah kepemimpinan ISBI Bandung untuk periode 2026-2030. Tiga calon rektor yang telah memaparkan visi, misi, dan program kerja kini menantikan keputusan akhir dalam proses pemilihan yang berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Penulis: M Zhafran Ramadhan, R Bassica Arvensis
Dokumentasi: isbi.bandung_official
Penyunting: Roshifa Lailani

