DARI SONDAH KE BOARDGAME: AWAN SPACE HADIRKAN RUANG KREATIF MEMPELAJARI BUDAYA SUNDA

Mahasiswa baru angkatan 2025 program studi Antropologi Budaya ISBI Bandung menggelar kegiatan inaugurasi pada Kamis, 6 November 2025 di Pendopo Mundinglaya, ISBI Bandung dengan mengusung tema “Awan Space” atau Alih Wahana Space.

Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat sesi talkshow bersama narasumber Dr. Mohammad Zaini Alif, S.sn. M. Ds yang merupakan pakar penelitian tentang permainan tradisional. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan mengenai sejarah permainan sondah serta makna yang terkandung di dalamnya. Sondah, yang lebih dikenal dengan nama engklek, merupakan permainan khas yang biasanya dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini muncul di Indonesia karena diperkenalkan oleh Belanda, pada waktu itu permainan ini dikenal dengan istilah permainan sunday-monday, yang seiring berjalannya waktu berubah menjadi sondah. Selain materi, penonton juga diberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman bermain sondah secara langsung.

Sesi talkshow dengan Dr. Mohammad Zaini tentang permainan tradisional Jawa Barat. Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung, Kamis, 06/11/2025 (Foto: Widya Azahra/LPM Daunjati)

Selanjutnya, talkshow sesi kedua, membahas mengenai ragam kebudayaan sunda bersama narasumber Ahmad Suya yang merupakan seorang ahli dalam bidang kebudayaan. Dalam talkshow ini, narasumber membagikan pengalamannya tentang upaya pelestarian ragam budaya Sunda, termasuk salah satunya adalah Pupuh. Pupuh merupakan puisi tradisional sunda yang memadukan seni dan lagu. Dengan adanya talkshow ini, peserta diajak untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan pameran alih wahana warisan budaya yang dikombinasikan dengan berbagai permainan, antaralain; Bermajaba, Purwacarita, Sandi Pasundan, Cepot Saparakanca, dan Tetoni: Tebak Teknologi Ieu. Bentuk alih wahananya beragam, diantaranya; Purwacarita, Bermajaba dan Tetoni yang dikemas dalam bentuk kartu interaktif, sehingga mengajak peserta bermain sambil belajar tentang ragam budaya Sunda. Sedangkan Cepot Saparakanca diwujudkan dalam bentuk animasi film pendek yang menampilkan tokoh wayang khas Sunda dengan nuansa modern dan edukatif.

Penonton mencoba permainan sondah atau engklek, turut terlihat beberapa partisipan yang terlibat dalam permainan adalah siswa-siswa SMA. Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung, Kamis, 06/11/2025 (Foto: Widya Azahra/LPM Daunjati)

Kegiatan Awan Space ditutup dengan penampilan dari beberapa musisi pelajar Kota Bandung diantaranya, The Bloomies, The Brantas, dan The Minimum yang turut mendapat antusias dari para penonton.

Hasan selaku ketua pelaksana mengatakan Awan Space diselenggarakan sebagai bagian dari program RAMPES, wadah bagi mahasiswa baru Antropologi Budaya 2025 untuk mengimplementasikan wawasan dan hasil produk dari proses alih wahana kebudayaan, khususnya yang berasal dari Jawa Barat. Menurutnya, melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengolah kebudayaan agar tetap relevan dengan generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya.

Mendapatkan respon yang baik dari para penonton. Nabila, salah satu penonton mengungkapkan bahwa dirinya terkesan dengan cara mahasiswa baru mengemas kebudayaan menjadi sesuatu yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda lewat permainan interaktif, “Salah satu hal yang paling menarik adalah momen interaktif ketika peserta diajak bermain sondah dan mencoba hasil alih wahana seperti board game, komik, hingga pertunjukan wayang, yang menunjukkan kreativitas luar biasa dari para mahasiswa baru” ujarnya.

Penulis: Widya Azahra

Dokumentasi: Widya Azahra

Penyunting: Hana Diah