Kasus pencurian helm terjadi di area parkir Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung pada Kamis, 4 Desember 2025 sekitar pukul 12.40 WIB. Seorang mahasiswa berinisial FB kehilangan helm miliknya yang disimpan pada motor yang diparkir dekat GOS Patanjala (depan eks ruang UKK ISBI Bandung).
Korban menyadari helmnya hilang ketika kembali dari mengikuti perkuliahan. FB mengaku kaget saat akan pulang ke kosan, ketika tiba di motor untuk siap-siap pulang, ia menyadari helm NJS Kairoz warna putih miliknya yang digantung di motor sudah hilang digondol maling. “Pas mau pulang, perasaan sebelumnya di (motor) ini ada (helm). Penasaran (kenapa helm gak ada), dicek di CCTV, bener ternyata ada (pelaku pencurian helm terekam CCTV),” ujar FB.
Dari tangkapan CCTV, pelaku pencurian helm yang mengenakan jaket hijau terekam jelas memastikan situasi sebelum melancarkan aksinya. “Pelaku (di CCTV) memang ada gerak-gerik bolak balik lihat ke pos satpam (sebelum ngambil helm),”
FB kepada Daunjati mengatakan ketika melapor kehilangan helm ke Satpam, langkah awal yang dilakukan Satpam ISBI Bandung terkait kasus pencurian helm yang disertai bukti rekaman CCTV adalah menyebarkannya di grup satpam sebagai langkah antisipasi kejadian serupa.

Riyan Arya Utama, selaku Presiden BEM ISBI Bandung menyayangkan kejadian seperti ini terjadi lagi di lingkungan ISBI Bandung. Menurutnya kejadian ini bukan hanya persoalan kehilangan barang, tetapi menyangkut rasa aman seluruh sivitas akademika. Baginya, kampus seharusnya menjadi ruang yang nyaman dan bisa dipercaya, termasuk saat memarkirkan kendaraan.
“Saya melihat ini sebagai alarm bahwa sistem keamanan kita perlu pembahasan yang lebih lanjut. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk memastikan bahwa peristiwa seperti ini tidak terus berulang. Kami di BEM harus memastikan suara mahasiswa tersampaikan, sekaligus mencari solusi yang realistis dan bisa segera diterapkan,” ucap Riyan.
Terkait kejadian ini, Riyan menjelaskan bahwa BEM akan melakukan komunikasi langsung dengan lembaga dan pihak terkait pengelolaan fasilitas kampus. Karena faktanya, kehilangan helm di lingkungan kampus ISBI Bandung bukan hanya terjadi satu atau dua kali, tetapi sudah beberapa kali terjadi, yang menurut Riyan ‘artinya ada celah yang harus ditutup’.
“Dalam komunikasi (antara BEM dan Lembaga) nanti, ada beberapa hal yang kemungkinan besar akan kami ajukan sebagai masukan maupun usulan perbaikan, seperti penertiban arus masuk–keluar kendaraan; penambahan CCTV aktif pada area yang belum terjangkau; pemeriksaan kendaraan di jam tertentu; dan pengecekan alur keluar-masuk mahasiswa ISBI Bandung agar bisa terdata dengan baik seperti kampus-kampus besar lainnya yang sudah menggunakan sistem pengecekan Kartu Mahasiswa atau indentitas lainnya yang menunjukan bahwa orang yang masuk itu adalah mahasiswa kampus tersebut. Sebenarnya usulan-usulan itu pernah kami ajukan beberapa bulan yang lalu ketika makin maraknya pencurian yang terjadi di ISBI Bandung, namun masih belum saja ada jawaban pasti dari semua usulan kami.” jelas Riyan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di ISBI Bandung belumlah aman sepenuhnya. Kehilangan helm yang terjadi hari Kamis ini bukanlah satu-satunya kasus kehilangan helm, dalam beberapa bulan sebelumnya pun pernah terjadi kejadian serupa. Menjadi pengingat bagi sivitas akademika ISBI Bandung untuk tetap berhati-hati dan menjaga barang pribadi, juga menjadi pengingat bagi Lembaga ISBI Bandung untuk lebih meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi semua warga kampus.
Penulis: Purwa Sundani
Dokumentasi: Istimewa
Penyunting: Marissa Anggita

