Tepat dua tahun sejak peristiwa kebakaran G.K Dewi Asri ISBI Bandung terjadi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISBI Bandung dan HIMAKA Pedia menginisiasi acara “Ngaruwat G.K Dewi Asri” yang diselenggarakan pada Jumat, 13 Juni 2025 di Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung.
Mengangkat tema “Dari Reruntuhan, Bangun Harapan: Refleksi Dua Tahun Kebakaran Gedung Dewi Asri”, prosesi ngaruwat menjadi upaya untuk memperingati momen penting sekaligus menyuarakan harapan terhadap perbaikan kondisi kampus, terutama harapan perbaikan G.K Dewi Asri. Sebagaimana penuturan Raden Sami Rahmattullah, selaku ketua pelaksana, bahwa “Kita tahu sudah dua tahun Dewi Asri runtuh, selalu ada harapan bahwa Dewi Asri bakal dibangun kembali,” ujarnya.
Kegiatan Ngaruwat yang selain menjadi upaya mengenang dan merawat ingat gedung yang telah terbakar, Raden mengatakan bahwa acara ini membawa harap, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), bahwa G.K Dewi Asri memiliki fungsi yang sangat krusial di kalangan mahasiswa FSP “yang pastinya untuk harapan juga sebagai anak FSP karena tahu kalo gedung itu menjadi salah satu fasilitas penting untuk kita,” tuturnya.
Adapun kegiatan dalam acara ini selain melakukan ruwatan, terdapat juga sesi diskusi bersama Dede Priyana, selaku Kepala Biro Akademik dan Umum yang dimoderatori oleh Ladya Belga, panggung bebas dari setiap mahasiswa, serta penampilan tarawangsa sebagai penutup acara.
Hasil dari diskusi terbuka bersama Kepala Biro Akademik dan Umum, mendapatkan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi pada 13 Juni 2023 lalu bertepatan dengan masa persiapan tugas akhir mahasiswa jurusan teater, sehingga seluruh properti produksi hangus terbakar dan berdampak pada proses akademik. Pihak kampus menindaklanjuti dengan membentuk tim investigasi yang bekerja sama dengan tim forensik kepolisian dan Polda Metro Jaya. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa ini dinyatakan sebagai musibah.
Meski demikian, insiden tersebut menimbulkan perhatian terhadap pentingnya peningkatan sistem keamanan dan tata ruang kampus. Sejumlah catatan terkait kondisi alat pemadam dan penataan bangunan turut menjadi perhatian dalam evaluasi pascakebakaran. Kementerian terkait juga telah melakukan kajian dan menyimpulkan bahwa gedung tidak dapat digunakan kembali akibat kerusakan struktural karena suhu tinggi saat kebakaran.
Dalam proses pemulihan, terjadi sejumlah kendala administratif yang berkaitan dengan perubahan kewenangan ISBI Bandung yang sebelumnya Kemendikbud membawahinya, namun kini berada di bawah Kemendikbudristek. Surat resmi terkait pembangunan Kembali gedung G.K Dewi Asri baru dikirim ulang pada Maret 2025, sebagai bagian dari kelanjutan penanganan.
Selama dua tahun terakhir, mahasiswa tetap melanjutkan kegiatan akademik dalam keterbatasan. Melalui kegiatan ngaruwat, menjadi langkah dalam menyampaikan harapan akan adanya ruang belajar dan berkarya yang lebih layak, serta pengelolaan kampus yang lebih tanggap ke depan. Arya, selaku Presiden BEM ISBI Bandung, menyatakan bahwa acara ini yang juga terdapat sesi diskusi dengan pihak lembaga dapat menjadi ruang partisipatif, “Diskusi ini terbuka untuk umum bagi seluruh mahasiswa yang ingin mempertanyakan hak-haknya.” ujarnya.
Sementara itu, proses hukum terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pada pembangunan gedung Jimbe yang tidak layak masih berjalan. Gedung tersebut telah selesai menjadi barang bukti dalam kasus yang sedang ditangani oleh kejaksaan. Sehingga surat pengajuan untuk demolish sekaligus pembangunan kembali baru dikirimkan Maret lalu oleh pihak Kampus ISBI Bandung.
Raden, selaku ketua pelaksana mengharapkan bahwa acara ini dapat menjadi langkah strategis dalam mempercepat proses penanganan G.K Dewi Asri, menjadi momen merawat ingat tragedi kebakaran G.K Dewi Asri pada angkatan baru, serta menjadi wadah aspirasi mahasiswa.
”Harapannya yang pertama gedung Dewi Asri bisa cepet diproses, selain itu juga ngaruwat ini untuk mengenalkan ke angkatan baru yang tidak tahu Dewi Asri menjadi tahu. dan berharap isu-isu yang beredar kurang jelas menjadi jelas. Intinya, semua ini dibuat selain untuk mengenang juga sebagai media dalam mewadahin aspirasi-aspirasi dari mahasiswa dan doa untuk ISBI Bandung agar cepat pulih.” harapnya.
Gedung Dewi Asri sendiri direncanakan akan dirobohkan, sehingga diharapkan dapat membuka jalan bagi pembangunan ulang ruang pertunjukan yang lebih aman dan representatif di kampus ISBI Bandung. Acara ini diharapkan menjadi awal dari pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas kampus serta penguatan sistem pendukung kehidupan akademik dan kesenian di kampus ISBI Bandung.
Penulis: Aris Junaedi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Ngaruwat Dewi Asri
Penyunting: Purwa Sundani


