Program Studi Tata Rias dan Busana ISBI Bandung menggelar pameran “Fragmenta: Threads of Imagination” yang digelar di Galeri Astaka ISBI Bandung pada Kamis, 12 Juni 2025.
Mengusung tema “Fragmenta”, pameran ini mengacu pada kepingan-kepingan ide yang menjadi satu kesatuan narasi visual. Sementara kata “Threads of Imagination” yang menjadi pelengkap kesatuan tema fragmenta adalah upaya penggambaran benang-benang imajinasi yang menyatukan tiap fragmen menjadi sesuatu yang bermakna.
Pameran “Fragmenta: Threads of Imagination” adalah bagian dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Karya Inovatif, yang mengarahkan mahasiswa untuk mengeksplorasi ide awal sebagai cikal bakal Tugas Akhir mereka. Tak ada busana mewah atau riasan megah yang sepenuhnya rampung, namun justru itulah kekuatannya, yaitu menghadirkan narasi awal dari penciptaan, lengkap dengan kegamangan, kegelisahan, dan potensi yang belum selesai.
Naufal Arafah, S.Tr.T., M.Tr.T. selaku Pembina Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana (HIMTARIUS) mengatakan bahwa pameran ini pada awalnya berasal dari mata kuliah Karya Inovatif, dalam mata kuliah ini, setiap mahasiswa diberikan ruang dalam mengembangkan konsep awal tugas akhir. “Awalnya ini berasal dari mata kuliah Karya Inovatif. Setiap mahasiswa diberikan ruang untuk mengembangkan sebuah konsep yang kedepannya akan dijadikan dasar bagi Tugas Akhir mereka,” ujar Naufal.
Menjadi menarik ketika sebuah pameran mengusung pendekatan dalam memamerkan fragmen-fragmen yang belum tuntas, semacam memamerkan “sisi lain dari karya yang dipamerkan —proses dan arsip menuju bentuk”. Suharno, S.Sn., M.Sn. selaku dosen pengampu mata kuliah Karya Inovatif mengatakan bahwa konsep pameran seperti ini ialah sebagai bentuk menyoroti kelangkaan pendekatan arsip dalam ranah pameran lokal. Maka dengan demikian, pameran dalam bentuk arsip ini adalah suatu langkah nyata untuk merespons kelangkaan pameran arsip, yang mana biasanya pameran didominasi oleh pameran bentuk jadi, bukan setengah jadi.
Suharno mengatakan bahwa, “Kita biasanya pameran benda seninya, sekarang kita (pameran) proses menuju produk, karena pameran arsip sangat langka di Bandung, saya belum melihat,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terhadap kebiasaan institusi pendidikan seni yang lebih sering mengedepankan hasil daripada proses.
Dian Rahma, selaku ketua pelaksana pameran menyatakan bahwa Fragmenta: Threads of Imagination bukan hanya sebagai tugas mata kuliah, tetapi juga landasan kreatif jangka panjang. “Ini tuh merupakan tugas dari semester 6, menjadi inspirasi untuk tugas akhir kita, jadi ini tuh kumpulan-kumpulan ide untuk tugas akhir kita,” ungkapnya.
Pameran Fragmenta: Threads of Imagination menjadi pembuka ruang bagi ide mentah dan memungkinkan publik melihat proses kreatif karya seni dari awal, sebelum rampung menjadi karya yang dipamerkan di mana-mana. Dengan ini, konsep yang ditawarkan dalam Fragmenta: Threads of Imagination menjadi ajakan untuk lebih jujur dalam memaknai dan menikmati karya seni, bukan sebatas dari kesempurnaannya, melainkan dari kejujuran prosesnya menuju hasil akhir karya seni.
Pameran ini masih berlangsung hingga Jumat, 13 Juni 2025.
Penulis: Aris Junaedi
Dokumentasi: Rizki Bassica Arvensis
Penyunting: Rifka Rahma Dewi


