PURABAYA 2025 USUNG KONSEP KOLABORASI, KREATIVITAS, DAN PENGUATAN NILAI KAMPUS

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISBI Bandung menginisiasi kegiatan Pra-Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Pra-PKKMB) bertajuk PURABAYA yang digelar pada 19–22 Agustus 2025 di GOS Patanjala ISBI Bandung. Salah satu rangkaian kegiatan yang ditampilkan dalam PURABAYA adalah sesi unjuk bakat dengan tujuan untuk melihat kemampuan mahasiswa baru dalam mengoptimalkan kreasi dengan fasilitas yang terbatas, serta sebagai pemicu bagaimana cara berpikir dan bekerja sama ketika diberikan tugas.

Dalam kegiatan Pra-PKKMB tahun ini, BEM ISBI Bandung menggunakan istilah PURABAYA dalam kegiatan ini. Menurut penuturan Zaskia Meisya selaku panitia PURABAYA, “Istilah Purabaya mulai digunakan dalam kegiatan PKKMB tahun ini. Hal ini menjadi sebuah gebrakan awal dalam memperkenalkan dan menghidupkan makna Purabaya di lingkungan PKKMB, sehingga dapat menjadi identitas khas sekaligus sarana untuk menanamkan nilai budaya dan seni kepada mahasiswa baru ISBI Bandung.” ucap Zaskia.

Potret Wakil Presiden BEM dan Ketua Pelaksana PKKMB Purabaya 2025. (Foto: Rizki Bassica A/LPM Daunjati)

Konsep yang diusung pada PURABAYA menitikberatkan pada kolaborasi tiga elemen, yakni kreativitas, hiburan, dan penguatan nilai kampus. Dalam menunjang kreativitas sebebas-bebasnya, panitia PURABAYA memberikan kebebasan penuh bagi mahasiswa baru untuk mengekspresikan bakat mahasiswa baru. Panitia Divisi Acara PURABAYA, Daffa, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari PURABAYA ini adalah sebagai wadah ekspresi dalam menunjang kebebasan berkreasi. “Selaku panitia Kami selaku panitia ingin memberikan kebebasan dalam berkreasi dan memberikan wadah terhadap bakat mereka.” Ungkap Daffa.

Potret Unjuk Bakat Band Mahasiswa Baru ISBI Bandung. (Foto: Rizki Bassica A/LPM Daunjati)

Dalam mekanisme penilaian, unjuk bakat dilakukan dengan format kompetisi. Panitia menetapkan sejumlah poin penilaian sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk menumbuhkan jiwa kompetitif bagi mahasiswa baru.

Selaku ketua pelaksana PURABAYA, Syarifah Noor Zuraida Azizah atau yang sering disapa Rere, secara filosofis PURABAYA merupakan nama lain dari tokoh pewayangan Gatot Kaca yang melambangkan ksatria muda yang tangguh, berani, dan setia pada kebenaran. “…Purabaya adalah nama lain dari Gatotkaca yang melambangkan kesatria muda, tangguh, berani, setia pada kebenaran, dan Simbol energi, tekad, dan perlindungan,” ucap Rere.

Selain itu, Rere pun mengutarakan bahwa PURABAYA merupakan akronim dari “Purwa Rasa Budaya Seni”. Dalam bahasa Sunda, “Purwa” berarti awal, sehingga makna PURABAYA dapat ditafsirkan sebagai sebuah permulaan untuk memahami, merasakan, dan menjalani kehidupan berbudaya serta berseni di ISBI Bandung. Menurut penuturan Rere, nama PURABAYA dipilih sebagai nama kegiatan Pra-PKKMB yang diinisiasi oleh BEM ISBI Bandung karena “…sejalan dengan semangat ISBI Bandung; Ngajomantara, bergerak maju dan terbang tinggi dalam ruang budaya dan seni yang luas.” Sebagaimana tutur Rere.

Potret Unjuk Bakat Drama Komedi Mahasiswa Baru ISBI Bandung. (Foto: Rizki Bassica A/LPM Daunjati)

Kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan nilai adaptasi, tanggung jawab, serta pembentukan identitas mahasiswa baru ISBI Bandung. Melalui pengenalan organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta lingkungan kampus, PURABAYA diharapkan dapat menjadi jembatan transisi dari siswa ke mahasiswa.

Pada Daunjati, panitia berharap PURABAYA terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan inovasi dan kreativitas baru, tanpa menghilangkan semangat kolaborasi antar organisasi mahasiswa di ISBI Bandung.

Penulis : Rizki Bassica A

Dokumentasi : Rizki Bassica A

Penyunting : Purwa Sundani